Orasi Ilmiah Wisuda UPDN, KH. Ilhamullah Sumarkan Ajak Lulusan Sukses dengan Ikhtiar, Doa, dan Tawakal

Wakil Koordinator Kopertais Wilayah IV Surabaya, Dr. KH. Ilhamullah Sumarkan, M.Ag.

Wakil Koordinator Koordinator Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Swasta (Kopertais) Wilayah IV Surabaya, Dr. KH. Ilhamullah Sumarkan, M.Ag., mengajak para lulusan Universitas Pangeran Diponegoro (UPDN) Nganjuk untuk menyeimbangkan usaha, doa, dan tawakal dalam meraih kesuksesan. Pesan tersebut disampaikan dalam orasi ilmiah pada Wisuda Sarjana ke-16 dan Pascasarjana ke-6 UPDN Nganjuk, Sabtu (10/10/2026).

Dalam orasinya, Ilhamullah menegaskan bahwa keberhasilan dalam kehidupan tidak semata-mata ditentukan oleh kemampuan dan usaha manusia. Hubungan yang baik dengan Allah SWT, kesungguhan dalam berikhtiar, serta keteguhan dalam berdoa dan bertawakal merupakan bagian penting dalam menjalani kehidupan.

Untuk menyampaikan pesan tersebut secara dekat dengan kehidupan sehari-hari, ia menggunakan analogi sejumlah merek kartu dan istilah populer. Salah satunya adalah Telkomsel, yang dimaknai sebagai ajakan untuk terus menjalin komunikasi dengan Allah SWT melalui ibadah, terutama menjaga salat lima waktu.

Ia juga mengaitkan Indosat dengan pentingnya intensif berdoa, berusaha, dan bertawakal. Sementara itu, ungkapan Indahnya Doa Saat Tahajud menjadi pengingat agar umat Islam membiasakan salat malam dan memohon pertolongan Allah SWT dalam menghadapi berbagai persoalan kehidupan.

Pesan berikutnya disampaikan melalui istilah Simpati, yang dimaknai sebagai ajakan untuk menyimpan amal dan membangun tabungan akhirat. Para lulusan diingatkan bahwa keberhasilan duniawi hendaknya tidak membuat mereka melupakan kehidupan akhirat. Harta, jabatan, ilmu, dan kesempatan yang dimiliki seharusnya menjadi sarana untuk berbuat baik dan memberikan manfaat kepada sesama.

Melalui analogi Mentari, Ilhamullah mengajak para wisudawan meningkatkan ketakwaan setiap hari. Istilah M3 digunakan untuk mengingatkan pentingnya memiliki tujuan hidup yang berorientasi pada rida Ilahi, sedangkan Smartfren menggambarkan semangat meraih prestasi dalam kehidupan dunia dan akhirat. Adapun istilah Eksis dimaknai sebagai ajakan untuk terus melakukan kebaikan secara konsisten dan istiqamah.

Ia turut mengingatkan para lulusan tentang kandungan Surah Al-Mulk ayat 2, yang menjelaskan bahwa Allah menciptakan kehidupan dan kematian untuk menguji manusia, siapa di antara mereka yang paling baik amalnya. Pesan tersebut mengandung makna bahwa kualitas kehidupan tidak hanya ditentukan oleh pencapaian, tetapi juga oleh amal, tanggung jawab, dan kebaikan yang dilakukan.

Orasi ilmiah tersebut disampaikan di hadapan 301 wisudawan UPDN Nganjuk, yang terdiri atas 270 lulusan S1 dan 31 lulusan S2. Wisuda tahun ini juga diikuti tujuh lulusan program magister asal Libya. Acara berlangsung di halaman Gedung UPDN Nganjuk dan dihadiri unsur TNI-Polri, organisasi kemasyarakatan, perwakilan lembaga, sivitas akademika, serta orang tua dan wali wisudawan.

Selain memberikan motivasi spiritual, Ilhamullah mengapresiasi perkembangan UPDN Nganjuk yang telah berstatus universitas. Ia berharap perguruan tinggi tersebut semakin maju, unggul, dan terus meningkatkan kualitas pendidikan, termasuk profesionalisme dosen dan mutu lulusannya.

Pesan utama orasi ilmiah tersebut adalah bahwa wisuda bukanlah akhir perjuangan, melainkan awal untuk mengamalkan ilmu, mengukir prestasi, dan memberikan manfaat kepada masyarakat. Para lulusan diharapkan terus belajar, bekerja keras, menjaga akhlak, serta menjadikan doa dan ketakwaan sebagai bagian penting dalam perjalanan hidup mereka.