Pelaksanaan Wisuda Sarjana ke-16 dan Pascasarjana ke-6 Universitas Pangeran Diponegoro (UPDN) Nganjuk menjadi momentum bagi para lulusan untuk mempersiapkan diri menghadapi tantangan kehidupan sekaligus mengabdikan ilmu kepada masyarakat.
Dalam prosesi yang berlangsung di halaman Gedung UPDN Nganjuk, Sabtu (10/10/2026), Plh. Rektor UPDN Dr. H. Riduwan, M.Pd.I., dan Wakil Koordinator Kopertais Wilayah IV Surabaya Dr. KH. Ilhamullah Sumarkan, M.Ag., menyampaikan pesan yang saling melengkapi tentang pentingnya integritas, ketekunan, dan ketakwaan.
Sebanyak 301 mahasiswa diwisuda pada kesempatan tersebut, terdiri atas 270 lulusan S1 dan 31 lulusan S2. Dari jumlah itu, terdapat tujuh wisudawan program magister yang berasal dari Libya. Acara dihadiri unsur TNI-Polri, organisasi kemasyarakatan, perwakilan lembaga, sivitas akademika, serta orang tua dan wali wisudawan.
Dalam sambutannya, H. Riduwan menyampaikan bahwa keberhasilan menyelesaikan pendidikan tinggi patut disyukuri, tetapi tidak boleh menjadikan para lulusan berhenti belajar. Menurutnya, gelar akademik merupakan bekal untuk melangkah ke tahap kehidupan berikutnya, bukan jaminan bahwa kesuksesan akan datang dengan sendirinya.
Ia menyampaikan lima pesan penting kepada para wisudawan, yakni terus belajar sepanjang hayat, tidak takut menghadapi kegagalan, menjaga integritas dan akhlak, menjadi pribadi yang bermanfaat bagi masyarakat, serta tetap rendah hati dan menghargai jasa orang lain.
H. Riduwan juga mengingatkan agar para lulusan tidak melupakan perjuangan orang tua, bimbingan dosen, dan dukungan orang-orang yang telah membantu mereka menyelesaikan pendidikan. Ia berharap seluruh alumni mampu menjaga nama baik almamater dan menjadikan ilmu sebagai sarana untuk memberikan kontribusi positif bagi masyarakat.
Sementara itu, dalam orasi ilmiahnya, Dr. KH. Ilhamullah Sumarkan, M.Ag., menekankan bahwa kesuksesan tidak hanya berkaitan dengan usaha manusia, tetapi juga membutuhkan pertolongan dan rida Allah SWT. Karena itu, para lulusan perlu memadukan kerja keras, doa, ibadah, dan tawakal dalam menapaki kehidupan setelah wisuda.
Untuk memudahkan penyampaian pesannya, KH. Ilhamullah menggunakan analogi sejumlah merek kartu dan istilah yang akrab dalam kehidupan sehari-hari. Di antaranya, Telkomsel yang dimaknai sebagai ajakan untuk terus menjalin komunikasi dengan Allah melalui ibadah, khususnya salat lima waktu; Indosat sebagai pengingat untuk intensif berdoa, berusaha, dan bertawakal; serta Smartfren sebagai simbol semangat meraih prestasi dalam kehidupan dunia dan akhirat.

Ia juga mengingatkan pentingnya membiasakan salat tahajud, meningkatkan ketakwaan, menyimpan amal sebagai bekal akhirat, dan melakukan kebaikan secara konsisten. Pesan tersebut selaras dengan Surah Al-Mulk ayat 2 yang menjelaskan bahwa kehidupan dan kematian merupakan ujian untuk mengetahui siapa yang paling baik amalnya.
Selain memberikan motivasi kepada wisudawan, perwakilan Kopertais Wilayah IV Surabaya itu mengapresiasi perkembangan UPDN Nganjuk yang telah berstatus universitas. Ia berharap UPDN terus meningkatkan kualitas pendidikan, profesionalisme dosen, dan mutu lulusan.
Kedua pesan tersebut menegaskan bahwa keberhasilan lulusan perguruan tinggi tidak cukup diukur dari gelar akademik. Ilmu pengetahuan perlu disertai karakter yang kuat, akhlak mulia, ketekunan dalam bekerja, serta kesadaran spiritual. Dengan bekal tersebut, para alumni UPDN Nganjuk diharapkan mampu menghadapi tantangan zaman dan memberikan manfaat bagi masyarakat.




