Suasana haru menyelimuti pelaksanaan Wisuda Sarjana ke-16 dan Pascasarjana ke-6 Universitas Pangeran Diponegoro (UPDN) Nganjuk, Sabtu (10/10/2026). Di tengah prosesi wisuda yang berlangsung di halaman Gedung UPDN Nganjuk, seluruh hadirin diajak mengenang sosok Prof. Dr. H. Akhyak, M.Ag., pembina yayasan sekaligus pendiri Universitas Pangeran Diponegoro Nganjuk, yang wafat pada 21 Maret 2026 dalam usia 58 tahun.
Momen penghormatan tersebut menjadi salah satu bagian paling emosional dalam rangkaian wisuda tahun ini. Ketika video kenangan kebersamaan dengan almarhum diputar, suasana yang semula khidmat berubah menjadi penuh keharuan. Rekaman perjalanan dan kenangan bersama sosok yang berjasa dalam perkembangan kampus itu membangkitkan kembali ingatan tentang perjuangan, pengabdian, serta keteladanan almarhum. Tidak sedikit hadirin yang meneteskan air mata, bahkan suasana haru terasa di seluruh area acara.
Bagi keluarga besar UPDN Nganjuk, kepergian Prof. Akhyak bukan sekadar kehilangan seorang tokoh pendiri, melainkan juga kehilangan sosok yang telah meletakkan fondasi penting bagi perjalanan institusi pendidikan tersebut. Dedikasi dan perjuangannya menjadi bagian dari sejarah panjang perkembangan kampus, dari proses perintisan hingga menjadi universitas yang terus berupaya meningkatkan kualitas pendidikan.
Di tengah suasana penuh haru tersebut, pihak keluarga almarhum menyerahkan Buku Profil Prof. Dr. H. Akhyak, M.Ag. kepada pihak kampus UPDN Nganjuk. Penyerahan buku ini menjadi simbol penyerahan warisan pemikiran, perjalanan hidup, dan pengabdian almarhum kepada institusi yang turut dibangunnya. Buku profil tersebut diharapkan dapat menjadi sumber inspirasi bagi generasi penerus untuk mengenal lebih dekat sosok, perjuangan, serta nilai-nilai yang diwariskan oleh almarhum.
Momentum mengenang Prof. Akhyak di tengah prosesi wisuda juga menghadirkan pesan mendalam bagi para wisudawan dan wisudawati. Di balik keberhasilan sebuah perguruan tinggi dan pencapaian akademik para lulusannya, terdapat perjuangan banyak orang yang telah mencurahkan waktu, tenaga, pemikiran, bahkan pengorbanan untuk membuka jalan bagi generasi berikutnya.

Keberadaan UPDN Nganjuk hingga saat ini menjadi salah satu bagian dari jejak perjuangan almarhum. Karena itu, mengenang pendiri bukan hanya tentang mengingat masa lalu, tetapi juga tentang melanjutkan cita-cita, menjaga nilai-nilai perjuangan, serta merawat lembaga pendidikan yang telah dirintis dengan penuh pengabdian.
Momen tersebut menjadi pengingat bahwa gelar akademik dan kemajuan institusi tidak lahir begitu saja. Ada doa, kerja keras, ketulusan, dan pengorbanan yang menyertai perjalanan panjangnya. Air mata yang mengiringi pemutaran video kenangan menjadi ungkapan kehilangan sekaligus penghormatan atas jasa seorang tokoh yang meninggalkan jejak mendalam bagi keluarga besar UPDN Nganjuk.
Kepergian Prof. Dr. H. Akhyak, M.Ag. memang meninggalkan duka, tetapi nilai-nilai perjuangan dan pengabdiannya diharapkan tetap hidup dalam langkah Universitas Pangeran Diponegoro Nganjuk. Sebab, seseorang boleh berpulang, tetapi cita-cita yang diperjuangkannya dapat terus tumbuh melalui generasi yang meneruskan perjuangan tersebut.




